Selasa, 13 Agustus 2019
Chamomile tea
"do you always drink it almost all the time?"
Tanya seorang Pria kepada ku. kami tidak kenal sama sekali, pernah sekali dua kali melihatnya duduk dipojokan cafe sambil menghirup kopi hitam pekat yang aku yakini itu tanpa gula.
"Maaf, kalau saya lancang. sudah 2 pekan saya nongkrong di cafe ini dan selalu melihat kamu duduk sendiri sambil menatap laptop dan secangkir minuman itu di tangan kanan...."
Aku semakin menaikan alis, "He watched me everytime?"
"Agak freak ya.. tiba-tiba ada orang asing seperti saya bertanya soal ini.." katanya lagi sambil menunjuk secangkir Chamomile Tea yang memang setiap kesini aku selalu meminumnya.
"First of all, maaf kalau agak canggung... tapi, bisa jawab pertanyaan saya?"
Aku menjawab dalam hati.
Pandangan ku langsung memburam saat melihat laki-laki asing dihadapanku ini menuntut jawaban, yang sampai kapanpun aku tak bisa berikan.
Selang beberapa menit dengan diam, laki-laki itu beranjak pergi.
Mungkin merasa tak dihargai, atau lebih parahnya lagi diacuhkan.
Aku juga diam.
karena memang suara tak akan pernah keluar dari mulut ku.
sekalipun aku atau dirinya memaksa.
Hanya chamomile tea yang selalu mengerti, rasanya dunia tidak bisa disuarakan oleh kata ataupun kalimat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
*empty*
You know what it's like to live like you're not alive? It feels like only you find yourself drowning with all the endless sadness. T...
-
그것이 마음을 따뜻하게 할 수있는 유일한 일이지만 회복 할 수 없을 때. 아무리 힘들어도 따뜻하지 않았습니다. 다시. 다시 채울 수없는 공석은 이번 달에 모두 함께 슬프고, 실망하고, 공허한 것으로 묘사 될 수없는 것처럼 느껴진다. 이것이 이전...
-
That night she came into the room and spoke with tears, "Why should you feel this pain. Why should you feel the bitterness of life? W...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar