Jadi cepat emosi, karena masalah datang silih berganti. baru selesai yang ini, eh.. ada lagi yang baru.
Kayanya Allah lagi kangen banget sama gue, sama hambanya yang terkadang tidak ingat tujuan dia hidup didunia ini untuk apa.
Beberapa waktu yang lalu, gue membuat sebuah masalah yang cukup serius. i think serious, bcs every people know it and send a pity to me. Alhasil gue jadi ikut untuk mengasihani diri sendiri...
Gue tadinya enggan membahas ini di blog, karena.. ya untuk apa. Tapi, gue juga bingung mau numpah ruahkan kekesalan yang terpendam ini kemana lagi.
Kejadian beberapa hari yang lalu bakal gua jadikan sebuah pelajaran; bagaimana manusia punya sisi pandang yang sangat berbeda dengan orang yang bukan setara level dengannya. mungkin itu kali yang bisa gue petik dari kejadian itu. Racism i know, tapi memang kenyataannya seperti itu.
"Ikhlaskan, apapun itu."
Hati gue berbisik gitu terus. mau bagaimanapun juga, gue ga punya banyak kekuatan untuk membela. Sekalipun gue benar, hanya bisa jadi cuap-cuap belaka.
Tapi, terimakasih banyak untuk kejadian yang tak terkira. disitu ambisi gua jadi terpacu untuk semakin bersemangat mencapai apa yang gue cita-citakan. Mimpi gua yang mungkin sekarang sering ditertawakan, gue akan buktikan. Insyaallah, kalau Allah mengizinkan.
Pengalaman yang berarti,
walau menyakitkan hati tapi...
Ikhlaskan, apapun itu.