Jumat, 03 Mei 2019

Bulan & Matahari

Terkuak akan emosi, tercabik oleh cinta kasih, dan terbelenggu karena rindu.

Bulan pergi dari Matahari.

Karena ia tahu, semakin ia bersama dengan matahari maka itu akan membinasakan. Membinasakan ia, matahari, dan semesta.

Matahari menangis, meringkih, cahayanya seketika redup. Ia tertegun dan tak sanggup, bulannya yang dingin, bulannya yang tidak banyak warna, memutuskan untuk berpisah darinya.

Matahari awalnya emosi, di berikan lah warga bumi kepanasan akan emosinya yang meluap-luap. Dunia panas, matahari marah. Namun sekuat nya emosi dan egoisme diri, tetap ada tahap dimana semua itu luruh. 

Matahari luruh, ia tak sanggup, dan meminta hujan untuk turun menggantikannya. Seluruh asanya bagai hancur. Tanpa pikir panjang kembali, ia kembalikan semua yang telah Bulan beri padanya. Entah itu cahaya, atau apapun itu. Matahari kembalikan semua itu. Berharap dengan itu Bulan akan kembali padanya. 

Sama dengan Matahari, Bulan pun hancur. Hari harinya semakin kelabu, malam semakin gelap dan pekat. Hawa dingin menggerogoti dunia yang dipenuhi duka.

Bulan semakin hancur ketika tau apa yang dilakukan matahari, hatinya tercabik cabik. Tak menyangka Matahari akan berlaku seperti itu padanya.

Semesta hanya membiarkan aksi dari kedua insan yang sedang terbelenggu sendu itu.

Hingga, disuatu malam saat bulan berjaga. Matahari mendatanginya, memberikan seluruh cinta dan harapannya kepada Bulan. Meminta bulan untuk kembali, namun apa daya... semua terlambat. Bulan sudah pada keputusannya, hatinya sudah terkunci kembali. Walau rasa sayang, cintanya untuk Matahari masih tersimpan dilubuk hati. Yang ia lakukan sekarang hanyalah mendoakan dan meminta pada semesta untuk mempertemukan mereka berdua suatu saat nanti.

Di malam yang dingin,
Matahari menangis dipelukan bulan. Menumpahkan seluruh rasa yang mengendap di jiwa. 

Di malam yang gelap,
Dua insan yang saling mencintai sedang menyakiti hatinya masing-masing. Berharap semesta menjawab semua doa-doa yang mereka panjatkan dikemudian hari.

Matahari sangat mencintai bulan,
begitupum sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

*empty*

You know what it's like to live like you're not alive? It feels like only you find yourself drowning with all the endless sadness. T...