Kamis, 18 Oktober 2018

Hei, Kelana!

Mari berkenalan,
dalam waktu yang panjang aku baru menyadari keberadaanmu.

Selamat, sudah dipeka dan dianggap ada oleh pemeran utama.

Semoga kamu bahagia berada disana, walau kau sering timbul hanya saat amarah mendera.

Dari sini aku mulai tersadar,
egoku sedikit menipis. harus malah, segala ambisi jahat yang sudah ada jua ku tangkas perlahan. "aku harus jadi baik!" Bisik hati ku. entah apa itu ada sosok kau yang lain atau bagaimana.

Setiap hembusan nafas,
aku harus mensyukurinya. hingga detik ini pun aku bisa menuliskan sebuah aksara tentangmu aku harus pandai pandai berucap terimakasih pada sang pencipta.

Niatku,
akan ku buat sebuah cerita tentang ini semua. agar tidak ada yang menyepelehkan dan menganggap hal itu adalah sebuah persepsi gila.


Hei, Kelana!
Mari bekerja sama, hidup ini sudah semakin membutakan hati. Tolong bawa aku ketempat dimana ada sejuk dan secangkir teh hangat buatan nenek disana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

*empty*

You know what it's like to live like you're not alive? It feels like only you find yourself drowning with all the endless sadness. T...